Skip to main content

Spesifikasi Hardisk


Mengenal Spesifikasi Hardisk


1. Tipe hardisk
Merupakan spesifikasi hardisk yang pertama kita lihat. Untuk tipe hardisk ini ada bermacam-macam seperti ATA (IDE), SATA, SCSI dan SAS. Untuk penjelasan masing-masing tpe hardisk inidapat dilihat pada artikel saya "mengenal tipe hardisk".

2. Kapasitas hardisk
Kapasitas hardisk adalah ukuran penyimpanan sebuah hardisk. Kapasitas hardisk merupakan spesifikasi hardisk kedua yang harus kita lihat ketika membeli sebuah hardisk. Saat ini kapasitas hardisk yang tersedia dipasaran adalah 80 GB, 160 GB, 250 Gb, 500 GB dan 1 TB.

3. Form Factor
Spesifikasi hardisk yang ketiga adalah form factor, form factor merupakan ukuran fisik sebuah hardisk yang dilambangkan dengan garis tengah platter yang digunakan. Pada saat ini dikenal 2 macam form factor hardisk, yaitu ukuran 3,5 inchi dan 2,5 inchi.

4. Kecepatan putaran hardisk
Kecepatan hardisk pada dasarnya merupakan ukuran kecepatan platter hardisk untuk melakukan satu putaran dalam satu menit sehingga dinyatakan dengan Rotation Per Minute (RPM). Semakin tinggi putaran ini berarti konerja hardisk semakin baik.

5. Cache buffer
 Cache buffer merupakan memeri yang diintegrasikan didalam sebuah hardisk. Cache buffer berfungsi untuk menyimpan data yang sring diminta oleh RAM, sehingga tidak perlu di ambil dari platter. Semakin besar cache buffer ini berarti transfer data akan lebih cepat sehingga kinerja hardisk juga akan meningkat.

6. Merk hard disk
ini bisanya tercntum nm pabrik Hard disk

Comments

Popular posts from this blog

Lab 68 Arti Lambang Simple Queue

Lab 68 Arti Lambang Simple Queue Pada lab kali ini saya akan membahas tetang beberapa arti lambang pada simple queue. perlu anda ketahui  bahwa lambang berwarna pada simple queue memiliki arti. untuk mengetahuinya anda lihat di bawah ini : 1. Warna Merah, warna ini berarti bahwa penggunaan bandwidth pada klient sangat tinggi atau maximum. 2. Warna Kuning, warna ini berarti bahwa penggunaan bandwidth pada klient sedang atau setengah dari max limitnya. 3. Warna Hijau, warna ini berarti penggunaan bandwidth pada klient sangat sedikit ataupun dibawah setengah dari max limit yang diberikan. Sekian lab kali ini semoga yang sedikit ini dapat bermanfaat jika ada kurang lebihnya saya mohon maaf sekian trimakasih. Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Cara Sharing Printer pada Windows

Cara Sharing Printer pada Windows Assalamu 'alaikum wr. wb. pada kali ini saya akan membahas tentang sharing printer, ya untuk sharing printer hal yang pertama kali harus kita lakukan adalah menyeting ip address pada setiap komputer yang akan anda gunakan untuk sharing. untuk setting ip anda lihat di bawah ini : Pertama-tama anda masuk ke  Control Panel  lalu klik  Network and Internet. Lalu anda klik  Network and Sharing Center . Setelah itu anda klik  Local Area Connection . Lalu klik  Properties. Lalu klik Internet  Protocol Version 4 (TCP/IPv4). Selanjutnya anda klik  Use the following IP address.  lalu anda isikan ip seperti di bawah ini, untuk default gateway sebenarnya tidak anda isi juga tidak apa-apa karena cuma kita gunakan untuk sharing. Jika sudah selesai setting ipnya anda klik OK. Jika muncul seperti di bawah ini anda klik Lalu pada PC lainnya anda setting ipnya seperti di bawah ini,...

Pengertian Jumper dan Jenis-jenis Jumper

Pengertian Jumper Jenis atau tipe switch on/off yang bentuknya sederhana. Jumper ini umumnya berukuran kecil, merupakan konduktor eksternal, terbuat dari logam yang terbungkus plastik, yang bisa dilepas (dicabut) dan dipasang pada pin-pin tertentu yang ada pada motherboard. Jumper tersebut berfungsi untuk mengubungkan dua buah sirkuit (pada PCB) yang pada kondisi aslinya sengaja tidak dihubungkan jalurnya. Jenis-jenis Jumper  1. Jumper Clear CMOS   Jumper CMOS biasanya terletak di dekat Baterai CMOS. Biasanya terdapat 3 kaki (pin) pada jumper ini. Fungsinya adalah untuk menyimpan dan me-reset CMOS (sebuah IC program pada Motherboard) pada posisi default (Setting Awal/Pabrik). Biasanya pada pin ke 1 dan 2 bila dihubungkan dengan sebuah Jumper maka CMOS pada posisi normal akan menyimpan setiap settingan yang kita ubah pada CMOS/BIOS. Dan bila Jumper kita ubah pada posisi 2 dan 3, maka komputer akan kembali pada posisi default. Jika kita melakukan setting yang salah ...