Skip to main content

Lab 61 Blok Website Berdasarkan Konten

Lab 61 Blok Website Berdasarkan Konten

Pada lab kali ini saya akan membhas tentang blok website berdasarkan konten. Jika kita melakukan blok website berdasarkan konten ini sebenarnya ada kelemahannya karena jika kita blokkir website dengan suatu konten, jika ada website lain yang mengandung konten tersebut maka website tersebut akan ikut terblokir. Sebenarnya cara kerja dari cara ini adalah saat kita mencoba membuka website maka mikrotik akan memastikan apakah ada konten yang kita blokir atau tidak jika ada maka akses kita ke website tersebut akan diblokir oleh mikrotik dan jika tidak ada maka website tersebut bebas kita akses.
Jika anda sudah mengetahui cara kerjanya agar anda lebih paham mari kita coba konfigurasinya, berikut konfigurasinya :
untuk konfigurasinya kita akan menggunakan firewall fillter forward. sebenarnya ini sama saja dengan konfigurasi firewall forward biasanya hanya saja kita menambahkan kontent di dalamnya.



jika pada general sudah anda konfigurasi anda klik advanced lalu tambahkan konten seperti dibawah ini:


karena kita akan memblokirnya jadi kita akan menggunakan action Drop. Jika sudah klik OK


jika sudah selesai membuat rulenya maka silahkan coba dan semua situs atau website yang mengandung kata manga akan diblokir.



Sekian lab kali ini semoga yang sedikit ini bermanfaat dan jika ada kurang lebihnya saya mohon maaf.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Comments

Popular posts from this blog

Lab 68 Arti Lambang Simple Queue

Lab 68 Arti Lambang Simple Queue Pada lab kali ini saya akan membahas tetang beberapa arti lambang pada simple queue. perlu anda ketahui  bahwa lambang berwarna pada simple queue memiliki arti. untuk mengetahuinya anda lihat di bawah ini : 1. Warna Merah, warna ini berarti bahwa penggunaan bandwidth pada klient sangat tinggi atau maximum. 2. Warna Kuning, warna ini berarti bahwa penggunaan bandwidth pada klient sedang atau setengah dari max limitnya. 3. Warna Hijau, warna ini berarti penggunaan bandwidth pada klient sangat sedikit ataupun dibawah setengah dari max limit yang diberikan. Sekian lab kali ini semoga yang sedikit ini dapat bermanfaat jika ada kurang lebihnya saya mohon maaf sekian trimakasih. Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Cara Sharing Printer pada Windows

Cara Sharing Printer pada Windows Assalamu 'alaikum wr. wb. pada kali ini saya akan membahas tentang sharing printer, ya untuk sharing printer hal yang pertama kali harus kita lakukan adalah menyeting ip address pada setiap komputer yang akan anda gunakan untuk sharing. untuk setting ip anda lihat di bawah ini : Pertama-tama anda masuk ke  Control Panel  lalu klik  Network and Internet. Lalu anda klik  Network and Sharing Center . Setelah itu anda klik  Local Area Connection . Lalu klik  Properties. Lalu klik Internet  Protocol Version 4 (TCP/IPv4). Selanjutnya anda klik  Use the following IP address.  lalu anda isikan ip seperti di bawah ini, untuk default gateway sebenarnya tidak anda isi juga tidak apa-apa karena cuma kita gunakan untuk sharing. Jika sudah selesai setting ipnya anda klik OK. Jika muncul seperti di bawah ini anda klik Lalu pada PC lainnya anda setting ipnya seperti di bawah ini,...

Pengertian Jumper dan Jenis-jenis Jumper

Pengertian Jumper Jenis atau tipe switch on/off yang bentuknya sederhana. Jumper ini umumnya berukuran kecil, merupakan konduktor eksternal, terbuat dari logam yang terbungkus plastik, yang bisa dilepas (dicabut) dan dipasang pada pin-pin tertentu yang ada pada motherboard. Jumper tersebut berfungsi untuk mengubungkan dua buah sirkuit (pada PCB) yang pada kondisi aslinya sengaja tidak dihubungkan jalurnya. Jenis-jenis Jumper  1. Jumper Clear CMOS   Jumper CMOS biasanya terletak di dekat Baterai CMOS. Biasanya terdapat 3 kaki (pin) pada jumper ini. Fungsinya adalah untuk menyimpan dan me-reset CMOS (sebuah IC program pada Motherboard) pada posisi default (Setting Awal/Pabrik). Biasanya pada pin ke 1 dan 2 bila dihubungkan dengan sebuah Jumper maka CMOS pada posisi normal akan menyimpan setiap settingan yang kita ubah pada CMOS/BIOS. Dan bila Jumper kita ubah pada posisi 2 dan 3, maka komputer akan kembali pada posisi default. Jika kita melakukan setting yang salah ...